Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran
“Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku
capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk
mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan
menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…"
"aku
capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang
temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capek,
sangat capek …"
"aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …"
"aku
capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak
menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…"
"aku
capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati
teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…"
"aku
capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka
terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak
mulai menangis…"
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus
kepala anaknya sambil berkata
” anakku ayo ikut ayah, ayah akan
menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak
kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri,
serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh
” ayah
mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor,
kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga,
berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” …
sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah
telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu,
bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah…
tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya
diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan
rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
”
Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi,
padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar
dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
”
Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap
baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap
kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi…
bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar
saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau
pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya
terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak
sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh
karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
”
Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau
tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada
di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah
anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh,
suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau
gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang
pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu
ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan
menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang…
maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat
surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku
mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
Rabu, 27 April 2011
Selasa, 26 April 2011
Adolf Hitler
Label:
Biografi
“Bisa saja saya memusnahkan semua
YAHUDI di DUNIA, tapi saya sisakan sedikit saja yg hidup. agar kamu tau
mengapa alasan saya membunuh mereka” Ucapan Hitler
Seringkali, tabiat, perilaku dan pendirian
seseorang adalah hasil dari pengalaman masa lalunya. Semasa kecil
Hitler adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan
menganggap perilakunya yang “antisosial” itu adalah sebuah kutukan
kerena Alois Hitler (Ayah Hitler) mengawini keponakannya sendiri. Adi
(nama kecil Adolf Hitler) dilahirkan pada tanggal 20 April 1889 di
sebuah kota kecil di Austria dekat perbatasan Jerman. Ayahnya adalah
seorang yang keras dalam mendidik anak sedang ibunya baik kepadanya.Seringkali, tabiat, perilaku dan pendirian
seseorang adalah hasil dari pengalaman masa lalunya. Semasa kecil
Hitler adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan
menganggap perilakunya yang “antisosial” itu adalah sebuah kutukan
kerena Alois Hitler (Ayah Hitler) mengawini keponakannya sendiri. Adi
(nama kecil Adolf Hitler) dilahirkan pada tanggal 20 April 1889 di
sebuah kota kecil di Austria dekat perbatasan Jerman. Ayahnya adalah
seorang yang keras dalam mendidik anak sedang ibunya baik kepadanya.
Ibunya adalah salah satu dari sedikit
orang yang benar-benar disayangi oleh Adolf. Ibunya sangat percaya bahwa
anaknya adalah seorang jenius, dan selalu menganggap anaknya normal,
walaupun sejak kecil sudah menunjukkan gejala destruktif dan antisosial.
Umur 18 tahun, Adolf sudah menjadi seorang yatim piatu setelah ibunya
meninggal dunia sedangkan ayahnya sudah meninggal terlebih dulu
sebelumnya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dan abusement dari
ayahnya ini memberikan andil besar dalam mental dan kejiwaan Hitler
dewasa.
Ada hal yang harus kita pahami bahwa,
jangan pernah meremehkan “dendam masa kecil”. Contoh lain juga bisa kita
dapati dari kisah Mao Tse Tung. Mao kecil pernah bersekolah di sekolah
yang didirikan oleh para missionaris dari Eropa, oleh sebab suatu hal
Mao dimaki oleh salah satu Pastor dengan makian yang bersifat rasialis
“anjing kuning!” dan mulai saat itu Mao tidak pernah kembali ke sekolah
itu.
Membenci kaum agamawan. Kemudian menjadi
pemimpim komunis terbesar di China, juga menjadi pembunuh massal, jutaan
kaum terpelajar dan seniman tewas dibunuh dan dihukum kerja paksa dalam
Revolusi Kebudayaan 1965. Nggak kalah sadis dengan Hitler Sebuah dendam
masa kecil; inilah bahayanya jika itu dialami oleh seorang pemimpin!
Hitler awalnya bercita-cita menjadi
seorang seniman (bukan menjadi tentara/ politikus). Sebagai pecinta
seni, maka dia mencoba mendaftar ke sebuah fakultas seni di Wina,
Austria, tetapi ditolak. Penolakan ini memiliki dampak besar bagi
dirinya.
Frustasi, yatim-piatu, tidak ada uang,
sehingga dia selama kira-kira setahun menjadi gelandangan, hidup dari
belas kasihan orang lain di jalanan. Selama itu, dia juga mulai benci
terhadap orang Yahudi, kaum imigran yang hidup lebih mewah, dan ini
dikuatkan dengan pendengaran dari ceramah yang sifatnya “Antisemit” oleh
Walikota Vienna Karl Lueger.
Teori Lueger yang menyalahkan kekacauan
ekonomi dan politik kepada kaum Yahudi, mengispirasinya menjadi pembenci
kaum Yahudi sepanjang hidupnya. Ini pula yang membangun ideologinya dan
menganggap bangsa Arya adalah ras tertinggi. Banyak orang berkata,
seandainya saja dia diterima di sekolah seni tersebut, mungkin Hitler
hanya akan menjadi seniman seperti Picasso misalnya, mungkin sejarah
juga akan lain ceritanya. Disinilah salah satu letak pentingnya Hitler,
dia mengubah sejarah (meskipun ke jalan yang dianggap salah). Garis
hidupnya bagaikan takdir yang tidak bisa diubah
Di tahun 1914, Jerman ikut serta dalam
Perang Dunia 1 dan Hitler masuk militer. Sewaktu perang di garis depan,
dia terluka, dipulangkan dan mendapatkan medali untuk keberaniannya.
Selama perang, Hitler berangsur-angsur menjadi seorang patriot untuk
Jerman meskipun dia sendiri bukan warga negara Jerman (dia lahir di
Austria). Maka dari itu, sewaktu Jerman kalah perang, dia tidak bisa
menerima kenyataan, karena bagi Hitler, Jerman adalah yang terkuat. Dia
lalu menyalahkan para “pengkhianat” sipil, terutama orang Yahudi sebagai
penyebab Jerman kalah perang.
Jerman setelah kalah perang porak poranda.
Keadaannya sangat mengenaskan dengan kota-kota yang hancur, harga
barang tinggi ditambah lagi dengan datangnya gerakan-gerakan revolusi
komunis. Hitler sendiri tetap berdiam di militer. Hitler membenci
orang-orang dari berbagai ideologi, termasuk komunis (Karl Marx adalah
seorang Yahudi), sosialis kapitalis dan liberal. Sebenarnya karir
militer Hitler hanya sampai Kopral, bisa dibayangkan betapa hebatnya
orang ini, dia menjadi Army Commander yang ditakuti seluruh dunia pada
Perang Dunia 2.
Tahun 1919 Hitler lalu bergabung dengan
sebuah partai kecil bernama Partai Pekerja Jerman dan meninggalkan karir
militernya. Saat berhasil menjadi pemimpinnya dan akhirnya mengubah
namanya menjadi partai NAZI. Tahun 1920, Hitler menterbitkan simbol
Swastika dan Tahun 1921 Partai ini semakin solid dengan didukung oleh
kelompok milisia SA.
Disinilah kita bisa melihat salah satu
kejeniusan Hitler, berorganisasi dan berpidato. Apapun yang Hitler
katakan adalah seperti sebuah “Religion’s order” yang membuat
pengikutnya menjadi super fanatik
Rabu, 16 Februari 2011
Wanitaku Pemuliaku
Label:
Motivasi
Jika NAIK adalah tujuan perjalanan karir dan kehidupan kita,
marilah kita cermati beberapa masukan sederhana berikut ini:
Sesungguhnya setiap jiwa menua untuk sesuatu.
Ada yang menua untuk menjadi pribadi yang bernilai,
dan ada yang menua untuk menyesalkan usia muda yang telah disia-siakannya.
Tidak ada karir dan kehidupan yang berjalan datar.
If we are not going up, we are certainly going down.
Jika kita tidak sedang dalam perjalanan naik, kita pasti sedang dalam perjalanan turun.
Memang itu tidak enak di dengar, tetapi akan lebih tidak enak lagi masa depan kita – jika kita tidak menjadikan diri ini lebih tabah, lebih bersungguh-sungguh, dan lebih berani.
Marilah kita perhatikan, bahwa …
Semua nasehat bagi kebaikan kita, selalu sederhana.
Yang tidak sederhana adalah pelaksanaannya.
Karena, …
Kesulitan dalam memperbaiki sesuatu, sangat ditentukan oleh besarnya kerusakan yang kita sebabkan sebelumnya.
Jika pengabaian kehidupan yang kita lakukan sebelum hari ini - besar, maka kesungguhan yang dituntut dari kita untuk memperbaiki diri – tidak mungkin kecil.
Maka, …
Jika kita TIDAK sedang membaikkan kehidupan, setidaknya kita TIDAK mempersulit diri sendiri.
Dan, jika ada orang yang hanya terkesan oleh nasehat yang panjang dan pelik, dia pasti orang yang tindakannya sederhana – yaitu mengabaikan nasehat.
Maka, temukan dan muliakanlah nasehat-nasehat kebaikan yang sederhana, agar sederhana juga bagi Anda untuk menyegerakan tindakan untuk memulai.
Semakin panjang perjalanan Anda, harus semakin segera Anda memulainya.
Dan, …
Dalam perjalanan naik itulah, kita menjangkarkan diri kita untuk setia kepada hal-hal yang benar dan yang menaikkan.
Jika kita kesulitan menemukan titik berangkat untuk mencapai impian kehidupan kita, gunakanlah PEMULIAAN WANITA ANDA sebagai landasan luncur menuju karir dan kehidupan kebintangan Anda.
Muliakanlah wanita dalam kehidupan Anda.
Ibunda Anda, istri Anda, anak wanita Anda, saudara wanita Anda, nenek Anda, guru wanita Anda, dan semua wanita di dunia …
Ingatlah, bahwa …
Tidak ada pria yang lebih gallant dan attractive,
yang disyukuri dan dirindukan kehadirannya oleh wanita,
selain pria yang menjatuhkan semua bawaan-nya dan meninggalkan semua kesenangan pribadinya – untuk menggembirakan wanitanya.
………..
WANITA YANG DIMULIAKAN OLEH PRIANYA,
AKAN MENJADI WANITA MULIA, YANG MEMULIAKAN PRIANYA.
Pria yang mudah menerima pencurahan cinta dari wanitanya, adalah dia yang bersedia meminta maaf, meski pun dia tidak bersalah.
Tidak ada wanita yang akan menyia-nyiakan pria-nya yang tidak bersalah, tetapi yang ikhlas ‘menghibur’ wanita kecintaannya, dengan ‘mengambil alih’ kesalahan sang wanita.
Bagi wanita, tindakan ‘kecil’ itu adalah langkah anggun keperwiraan seorang pria.
Pria seperti itu sangat percaya diri, karena ke-pria-annya tidak akan terganggu oleh penyerapan dari semua kesalahan yang ada di dalam keluarganya. Dia tidak kehilangan kedamaian mengenai yang benar di dalam dirinya, hanya karena dia meminta maaf - sebagai cara untuk membahagiakan wanitanya.
Minta maaf-lah kepada Ibu Anda, walau pun Anda tidak bersalah; karena beliau telah ikhlas menjadikan diri dan kehidupannya sebagai saluran kehadiran Anda dalam tugas kepemimpinan Anda di dunia ini.
Minta maaf-lah kepada istri Anda, meski pun Anda tidak bersalah, karena dia telah bersedia melahirkan anak-anak Anda, dan ikhlas menua bersama Anda – sambil menunggu janji-janji Anda yang belum kunjung mewujud.
Karir yang utama dan terbaik dalam kehidupan ini, adalah keluarga.
Jika ada yang meragukan nasehat sederhana itu, mohon Anda sampaikan beberapa kalimat yang berikut ini:
Tujuan dari semua keberhasilan adalah pulang ke rumah dalam perasaan damai.
Karena, apakah guna dari semua keberhasilan, jika kita tidak damai?
Keluarga adalah kehidupan kita yang sebenarnya.
Tidak ada siapa pun yang bisa disebut berhasil, jika dia tidak membahagiakan keluarganya.
Karena,
Orang yang menelantarkan keluarganya untuk membahagiakan keluarga orang lain, adalah sepalsu-palsunya orang.
………..
Sahabat saya yang super,
marilah kita mensyukuri keberadaan kita di dalam keluarga kita.
Bersabarlah dengan masalah-masalah yang ada dalam keluarga Anda.
Janganlah berharap Anda dilahirkan dalam keluarga lain, karena itu tidak akan pernah terkabul. Dan janganlah berharap Anda berada dalam pernikahan lain, karena Anda-lah yang memutuskan untuk menikah.
Tumbuhkanlah diri Anda untuk menjadi pribadi yang lebih kuat daripada masalah-masalah Anda.
Kita tidak mungkin diberikan masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Tuhan memberi-tahu bahwa kita sudah naik kelas dalam kemampuan kita, dengan memberikan masalah yang lebih besar.
Ingatlah, bahwa ...
Masalah adalah rahmat yang tidak kita sukai rasanya.
...........
Pilihlah untuk menjadi pribadi yang berbahagia.
Kemampuan asli untuk berbahagia, sudah ada di dalam diri Anda.
Gunakanlah. Anda berhak untuk berbahagia.
Jangan syaratkan orang lain untuk menjadi baik lebih dulu, sebelum Anda bersedia untuk meramahkan diri.
Mulailah dengan tindakan-tindakan kecil yang bisa Anda lakukan untuk menjadi pribadi baik, yang tulus, yang ramah, dan yang ikhlas menerima,
bahwa, …
tidak mungkin Tuhan sampai hati membiarkan Anda, sebagai jiwa kecintaan-Nya, berlama-lama dalam penistaan dan pelukaan oleh orang-orang yang sampai hati.
Tuhan mendengar rintihan hati Anda dan melihat rambat lambat turunnya butir-butir air mata itu, jauh sebelum Anda terluka oleh perendahan dan penyepelean itu.
Apakah Tuhan sampai hati membiarkan jiwa kecintaan-Nya ini - mengabaikan semua haknya untuk kesejahteraan dan kemuliaan, dan menukarkannya dengan permintaan sederhana agar ia dibebaskan dari pilunya hati?
Bersabarlah.
Mereka yang ‘menjahati’ kita itu, sebetulnya tidak ingin berlaku jahat kepada kita.
Mereka sedang sebetulnya diperankan oleh Tuhan untuk menjadi pribadi yang menguji keberserahan kita kepada Tuhan.
Sabarkanlah diri Anda.
Semua yang terjadi, terjadi karena kehendak Tuhan.
Semua yang terjadi, terjadi dengan tujuan untuk memuliakan Anda.
Dan ingatlah, bahwa …
Keburukan yang menjadikan kita baik, adalah kebaikan.
marilah kita cermati beberapa masukan sederhana berikut ini:
Sesungguhnya setiap jiwa menua untuk sesuatu.
Ada yang menua untuk menjadi pribadi yang bernilai,
dan ada yang menua untuk menyesalkan usia muda yang telah disia-siakannya.
Tidak ada karir dan kehidupan yang berjalan datar.
If we are not going up, we are certainly going down.
Jika kita tidak sedang dalam perjalanan naik, kita pasti sedang dalam perjalanan turun.
Memang itu tidak enak di dengar, tetapi akan lebih tidak enak lagi masa depan kita – jika kita tidak menjadikan diri ini lebih tabah, lebih bersungguh-sungguh, dan lebih berani.
Marilah kita perhatikan, bahwa …
Semua nasehat bagi kebaikan kita, selalu sederhana.
Yang tidak sederhana adalah pelaksanaannya.
Karena, …
Kesulitan dalam memperbaiki sesuatu, sangat ditentukan oleh besarnya kerusakan yang kita sebabkan sebelumnya.
Jika pengabaian kehidupan yang kita lakukan sebelum hari ini - besar, maka kesungguhan yang dituntut dari kita untuk memperbaiki diri – tidak mungkin kecil.
Maka, …
Jika kita TIDAK sedang membaikkan kehidupan, setidaknya kita TIDAK mempersulit diri sendiri.
Dan, jika ada orang yang hanya terkesan oleh nasehat yang panjang dan pelik, dia pasti orang yang tindakannya sederhana – yaitu mengabaikan nasehat.
Maka, temukan dan muliakanlah nasehat-nasehat kebaikan yang sederhana, agar sederhana juga bagi Anda untuk menyegerakan tindakan untuk memulai.
Semakin panjang perjalanan Anda, harus semakin segera Anda memulainya.
Dan, …
Dalam perjalanan naik itulah, kita menjangkarkan diri kita untuk setia kepada hal-hal yang benar dan yang menaikkan.
Jika kita kesulitan menemukan titik berangkat untuk mencapai impian kehidupan kita, gunakanlah PEMULIAAN WANITA ANDA sebagai landasan luncur menuju karir dan kehidupan kebintangan Anda.
Muliakanlah wanita dalam kehidupan Anda.
Ibunda Anda, istri Anda, anak wanita Anda, saudara wanita Anda, nenek Anda, guru wanita Anda, dan semua wanita di dunia …
Ingatlah, bahwa …
Tidak ada pria yang lebih gallant dan attractive,
yang disyukuri dan dirindukan kehadirannya oleh wanita,
selain pria yang menjatuhkan semua bawaan-nya dan meninggalkan semua kesenangan pribadinya – untuk menggembirakan wanitanya.
………..
WANITA YANG DIMULIAKAN OLEH PRIANYA,
AKAN MENJADI WANITA MULIA, YANG MEMULIAKAN PRIANYA.
Pria yang mudah menerima pencurahan cinta dari wanitanya, adalah dia yang bersedia meminta maaf, meski pun dia tidak bersalah.
Tidak ada wanita yang akan menyia-nyiakan pria-nya yang tidak bersalah, tetapi yang ikhlas ‘menghibur’ wanita kecintaannya, dengan ‘mengambil alih’ kesalahan sang wanita.
Bagi wanita, tindakan ‘kecil’ itu adalah langkah anggun keperwiraan seorang pria.
Pria seperti itu sangat percaya diri, karena ke-pria-annya tidak akan terganggu oleh penyerapan dari semua kesalahan yang ada di dalam keluarganya. Dia tidak kehilangan kedamaian mengenai yang benar di dalam dirinya, hanya karena dia meminta maaf - sebagai cara untuk membahagiakan wanitanya.
Minta maaf-lah kepada Ibu Anda, walau pun Anda tidak bersalah; karena beliau telah ikhlas menjadikan diri dan kehidupannya sebagai saluran kehadiran Anda dalam tugas kepemimpinan Anda di dunia ini.
Minta maaf-lah kepada istri Anda, meski pun Anda tidak bersalah, karena dia telah bersedia melahirkan anak-anak Anda, dan ikhlas menua bersama Anda – sambil menunggu janji-janji Anda yang belum kunjung mewujud.
Karir yang utama dan terbaik dalam kehidupan ini, adalah keluarga.
Jika ada yang meragukan nasehat sederhana itu, mohon Anda sampaikan beberapa kalimat yang berikut ini:
Tujuan dari semua keberhasilan adalah pulang ke rumah dalam perasaan damai.
Karena, apakah guna dari semua keberhasilan, jika kita tidak damai?
Keluarga adalah kehidupan kita yang sebenarnya.
Tidak ada siapa pun yang bisa disebut berhasil, jika dia tidak membahagiakan keluarganya.
Karena,
Orang yang menelantarkan keluarganya untuk membahagiakan keluarga orang lain, adalah sepalsu-palsunya orang.
………..
Sahabat saya yang super,
marilah kita mensyukuri keberadaan kita di dalam keluarga kita.
Bersabarlah dengan masalah-masalah yang ada dalam keluarga Anda.
Janganlah berharap Anda dilahirkan dalam keluarga lain, karena itu tidak akan pernah terkabul. Dan janganlah berharap Anda berada dalam pernikahan lain, karena Anda-lah yang memutuskan untuk menikah.
Tumbuhkanlah diri Anda untuk menjadi pribadi yang lebih kuat daripada masalah-masalah Anda.
Kita tidak mungkin diberikan masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Tuhan memberi-tahu bahwa kita sudah naik kelas dalam kemampuan kita, dengan memberikan masalah yang lebih besar.
Ingatlah, bahwa ...
Masalah adalah rahmat yang tidak kita sukai rasanya.
...........
Pilihlah untuk menjadi pribadi yang berbahagia.
Kemampuan asli untuk berbahagia, sudah ada di dalam diri Anda.
Gunakanlah. Anda berhak untuk berbahagia.
Jangan syaratkan orang lain untuk menjadi baik lebih dulu, sebelum Anda bersedia untuk meramahkan diri.
Mulailah dengan tindakan-tindakan kecil yang bisa Anda lakukan untuk menjadi pribadi baik, yang tulus, yang ramah, dan yang ikhlas menerima,
bahwa, …
tidak mungkin Tuhan sampai hati membiarkan Anda, sebagai jiwa kecintaan-Nya, berlama-lama dalam penistaan dan pelukaan oleh orang-orang yang sampai hati.
Tuhan mendengar rintihan hati Anda dan melihat rambat lambat turunnya butir-butir air mata itu, jauh sebelum Anda terluka oleh perendahan dan penyepelean itu.
Apakah Tuhan sampai hati membiarkan jiwa kecintaan-Nya ini - mengabaikan semua haknya untuk kesejahteraan dan kemuliaan, dan menukarkannya dengan permintaan sederhana agar ia dibebaskan dari pilunya hati?
Bersabarlah.
Mereka yang ‘menjahati’ kita itu, sebetulnya tidak ingin berlaku jahat kepada kita.
Mereka sedang sebetulnya diperankan oleh Tuhan untuk menjadi pribadi yang menguji keberserahan kita kepada Tuhan.
Sabarkanlah diri Anda.
Semua yang terjadi, terjadi karena kehendak Tuhan.
Semua yang terjadi, terjadi dengan tujuan untuk memuliakan Anda.
Dan ingatlah, bahwa …
Keburukan yang menjadikan kita baik, adalah kebaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
